Dosen : Bapak Achmad Bachris
Nama : Desi Kusuma Hapsari
Kelas : Teknik Komputer & Jaringan 1A
1. DataBase Management System (DBMS) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas.Pada pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai. Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai, kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program komputer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.Maka inti dari DataBase Management System (DBMS) adalah paket software yang didesain untuk membuat,memelihara, mengontrol, menyimpan dan mengelola basis data secara praktis dan efisien.
Program Aplikasi untuk melakukan Query : Suatu program aplikasi dimana program tersebut memiliki kemampuan untuk menampilkan, memodifikasi, dan menganalisa data dari database dengan berbagai jalan yang berbeda sesuai dengan yang kita inginkan.
Contoh Aplikasi :
§ Oracle
§ Sybase
§ XBase
§ Firebird
§ MySQL
§ Paradox
§ FoxPro
http://gicara.com/uncategorized/apa-yang-dimaksud-dengan-dbms.html
2. Data Base yang disimpan adalah kumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu yang telah mengalami beberapa proses yang kemudian disimpan didalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut sedangkan,
Meta-Data adalah Informasi terstruktur yang mendeskripsikan, menjelaskan, menemukan, atau setidaknya membuat menjadikan suatu informasi mudah untuk ditemukan kembali, digunakan, atau dikelola.Metadata ini mengandung informasi mengenai isi dari suatu data yang dipakai untuk keperluan manajemen file/data itu nantinya dalam suatu basis data. Untuk jenis data berupa kumpulan file, metadatanya adalah nama-nama file, tipe file, dan nama pengelola (administrator) dari file-file tersebut.
3. General-Purpose adalah perangkat lunak yang dibuat untuk menangani beberapa jenis masalah. Karena itu umumnya pengolahan data harus dikendalikan manusia secara bertahap. General-Purpose yang memiliki fasilitas prosesdefine, construct dan manipulate basisdata untuk aplikasi yang bervariasi.
4. OLTP sistem transaksi yang mengacu pada kelas sistem yang memfasilitasi dan mengelola aplikasi berorientasi transaksi, biasanya digunakan untuk Entri Data dan Pengambilan Proses Transaksi. OLTP adalah bagian dari kategori yang lebih global dari pemikiran bisnis, yang juga merangkum hubungan antara pelaporan dan penggalian data. Contoh aplikasi khusus dari OLTP : pelaporan bisnis untuk penjualan, pemasaran, manajemen pelaporan, manajemen proses bisnis (MPB), penganggaran dan peramalan, laporan keuangan dan bidang-bidang yang serupa. Sebagai contoh, dalam aplikasi untuk merekam pesanan konsumen, aplikasi akan mengakses data dari tabel Konsumen, tabel Pesanan Konsumen, tabel Detail Pesanan, tabel Persediaan dan tabel Karyawan. Setiap tabel memiliki kunci yang berguna untuk sarana relasi antar tabel.
5. GUI adalah singkatan dari Graphical User Interface. Pengertian GUI adalah antarmuka pada sistem operasi atau
komputer yang menggunakan menu grafis agar mempermudah para pengguna-nya untuk
berinteraksi dengan komputer atau sistem operasi.
DataBase Stand-Alone adalah adalah aplikasi yang hanya berjalan pada satu komputer dan hanya mampu diakses oleh satu orang dalam satu waktu (tidak bisa bersamaan).
6. Backup adalah proses secara periodik untuk mebuat duplikat dari database dan melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.Backup data harus dilakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi kerusakan sistem dari luar ataupun dari dalam sistem, yang disengaja atau pun tidak disengaja.
Recovery adalah suatu proses untuk menyelamatkan data dari kerusakan,kesalahan,corrupt,atau tidak dapat diakses dari media penyimpanan kedua secara normal.Data yg terdapat pada media penyimpanan ini,membutuhkan proses recovery,baik melalui softwere,ataupun secara hardware,jika data tersebut ingin dapat diselamatkan kembali.

